0

Mama Lauren Meninggal Dunia

Selasa, 18 Mei 2010.


Jakarta - Peramal terkenal, Mama Lauren meninggal dunia pada Senin malam sekitar pukul 21.37 di Rumah Sakit PGI Cikini JL Raden Saleh Jakarta Pusat.
Petugas informasi rumah sakit tersebut mengemukakan, Mama Lauren yang berusia 78 tahun dirawat sejak Minggu (16/5) siang.
Keluarga almarhumah kemudian menyemayamkannya di rumah duka di Perumahan Cipinang Indah II , Blok GG No 2, Kalimalang, Jakarta Timur. Menurut keterangan, jenazah Mama Lauren akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo Jakarta pada Selasa (18/5) siang.
Kehadiran atau kemunculan Mama Lauren selalu ditunggu-tunggu masyarakat, terutama menjelang tahun baru. Di malam pergantian tahun, Mama Lauren ini tak pernah absen meramalkan apa yang akan terjadi di tahun berikutnya.

Data yang dihimpun menyebutkan, Mama Lauren lahir di Eindhoven, Belanda, 23 Januari 1932. Perempuan keturunan Belanda dengan nama Laurentia itu berada di Indonesia sejak 1953.

Di usia tiga bulan, Lauren sudah ditinggal ibunya. Beberapa tahun kemudian, ayahnya meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sejak itu, Lauren tinggal bersama nenek buyutnya, Antoineta di Belgia. Antoineta adalah orang yang paling berperan penting dalam kehidupan masa kecil Lauren.

Lauren memperoleh "pendengaran" itu pertama kali tahun 1939. Lauren yang tengah mengikuti pelajaran di kelas satu SD tiba-tiba mendengar bisikan. Bisikan itu menyuruhnya cepat-cepat keluar dari kelas. Lauren kaget dan segera menyampaikan apa yang dia dengar kepada ibu guru. Namun, ibu guru menganggap Lauren sedang mempermainkannya. Tak pelak lagi, Lauren dimarahi dan diusir pulang.

Beberapa hari kemudian, Lauren mendengar kabar sekolahnya hancur terkena bom. Ratusan orang tewas dalam peristiwa itu. Memang, ketika itu Perang Dunia II belum lama pecah.

Sejak saat itu, Lauren mulai menyadari bahwa dirinya berbeda. Sebelum peristiwa-peristiwa mengerikan benar-benar terjadi, konon Lauren sudah terlebih dulu mengetahuinya lewat "penglihatan" atau "pendengaran". Tak jarang Lauren dianggap gadis kecil yang aneh. Bahkan, Lauren sempat dijuluki nenek sihir yang naik sapu terbang.

Saat berusia 12 tahun, Lauren benar-benar meyakini bahwa dia memiliki indera keenam. Antoinet menjelaskan kepada Lauren bahwa mereka adalah keturunan kaum gypsy. Mereka dianugerahi bakat khusus untuk bisa melihat masa depan.

Perjalanan indah Lauren dan Antoineta juga tak bertahan lama. Ketika Lauren berusia 13 tahun, harus merelakan kepergian Antoineta yang sangat dicintainya. Di usia 16 tahun, Lauren hidup sebatang kara.

Sepeninggal Antoineta, seorang kerabat memasukkan Lauren ke sebuah asrama. Akan tetapi, ketika Lauren tinggal di sana, ia gerah dengan aturan asrama. Lauren pun kabur setelah seminggu tinggal di asrama.

Tahun 1953, Lauren meninggalkan negeri kelahirannya menuju Indonesia untuk mengikuti Natakusuma, suaminya yang menikahi tahun 1952 di usia Lauren baru 20 tahun.

Keduanya bertemu di Universitas Leuven, Belgia. Setiba di Indonesia, di tempat yang serba asing ini, Lauren berusaha beradaptasi, bahasa, makanan maupun budaya.

Selama lima tahun, mereka terus berpindah-pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain. Baru pada tahun 1958, Natakusuma, mengajak Lauren pindah ke Kotabumi, Lampung Utara. Selama dua tahun mereka tinggal di daerah perkebunan. (Ant/K004)

COPYRIGHT © 2010
Dikutip dari antaranews.com
....read more..
0

Lorenzo Tetap di Yamaha

Senin, 17 Mei 2010.
Jerez – Valentino Rossi menolak ide untuk terus berada satu tim dengan Jorge Lorenzo. Kondisi berseberangan terjadi di pihak Lorenzo, yang justru mau terus membela Fiat Yamaha bersama The Doctor.
Yamaha Rossi

Memiliki dua pembalap mumpuni tak selalu mendatangkan kabar bagus tim Yamaha. Hal tersebut terbukti pada hubungan segitiga antara tim tersebut dengan Rossi dan Lorenzo.

Sejak bergabung di musim 2008 lalu, Lorenzo sudah menunjukkan kalau dia punya potensi besar menyaingi seniornya. Kondisi yang menjadi nyata musim lalu, di mana Rossi berhasil menjadi juara dunia dan Lorenzo duduk sebagai runner up.

Saking sengitnya rivalitas antara mereka berdua, beberapa waktu lalu The Doctor sempat berucap kalau dia tak akan memperpanjang kontraknya yang habis musim ini jika masih harus berada di tim yang sama dengan Lorenzo. Pernyataan tersebut sempat memunculkan isu kalau Rossi bakal gabung Ducati.

Namun pandangan berbeda dimiliki Lorenzo. Meski tengah berkompetisi menjadi yang terbaik, kebersamaan dengan Rossi justru diharapkan oleh pembalap Spanyol itu.

“Saya pikir kami masih bisa bersama. Kenapa tidak? Pastinya saya punya banyak hal untuk dipelajari dari Valentino, dan jika itu terjadi di tim yang sama maka itu akan lebih baik. Meski bisa juga memunculkan satu pembalap lebih cepat dibanding yang lain, meski punya motor yang sama,” ungkap Lorenzo di Austopsort.

Soal kepindahan dari Fiat Yamaha, musim lalu Lorenzo juga sempat santer diisukan berniat pergi. Pemuda 22 tahun itu kini tak menyangkal kabar tersebut karena diakuinya pendekatan yang sempat dilakukan Ducati benar-benar membuatnya tertarik.

“Jujur saja, itu sudah sangat dekat, saya tak akan berbohong. Tawaran dari Ducati sangat menarik, dengan uang yang banyak, motor yang sangat cepat. Satu hal yang membuat saya bertahan di yamaha adalah kepercayaan Yamaha pada saya saat saya menjadi juara 250 cc. Karena itulah saya merasa harus tetap bersama Yamaha,” pungkas pembalap yang untuk kini memuncaki klasemen sementara itu.


Dikutip dari jendela olahraga.com
....read more..
0

Kelompok Nostalgia "Menjawab Tanda Tanya"

Kelompok Nostalgia menampilkan beragam gaya dan tema karya seni rupa berupa gambar, lukisan, patung, dan karya instalasi dalam suatu nuansa pada pameran bertajuk "Menjawab Tanda Tanya" di Bentara Budaya Yogyakarta.

"Kelompok yang beranggotakan enam seniman, yakni I Made Widya Diputra, I Made Adinata Mahendra, I Gusti Ngurah Arya Udianata, Pande Nyoman Slit Wijaya Suta, Kadek Agus Mediana Adipura, dan Afdal berusaha untuk merealisasikan ide dalam karya," kata Kepala Bentara Budaya Yogyakarta Hermanu di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, untuk merealisasikan ide tersebut tidak mudah. Namun, mereka tetap berusaha keras untuk mewujudkan gagasan dan tumbuhnya harapan dari keterpurukan dengan cara membuat ruang pamer menjadi gelap atau hitam pekat.

"Dalam pameran yang berlangsung hingga 20 Mei 2010 itu mereka menampilkan gambar, lukisan, patung, dan beberapa karya instalasi dalam suatu nuansa, yakni karya-karya tersebut seolah-olah muncul dari kegelapan," katanya.

Ia mengatakan, meskipun berbeda karakter, enam seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu mempunyai semangat yang sama, yakni sebuah pemikiran bahwa apa yang ada di benak mereka kemudian dituangkan dalam sebuah karya.

"Pemikiran itu kemungkinan ada kesamaan dengan pemikiran beberapa orang sehingga para penikmat karya tersebut mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ada di kepala mereka," katanya.

Menurut dia, persoalan yang disodorkan oleh para seniman itu antara lain kerusakan alam dan sampah yang digarap oleh Afdal dengan baik lewat konsep menggambar di atas kertas. Kemudian persoalan elpiji yang menyedot perhatian rakyat kecil divisualisasikan oleh I Gusti Ngurah Udianta dengan anyaman alumunium.

Persoalan lainnya adalah korupsi yang saat ini sedang hangat dibicarakan, di mana institusi kepolisian sedang disorot habis-habisan, I Made Adinata Mahendra melukiskannya dengan sosok jenderal polisi yang terpancing mulutnya.

"Namun, Kadek Agus Mediana Adiputra berbeda dengan yang lain. Seniman itu menyodorkan pemikiran tentang sesuatu yang berlebihan yang melanda orang-orang kaya, yang membelanjakan uangnya untuk kemewahan dan kenyamanan secara berlebihan," katanya.

Dikutip dari antaranews.com
....read more..
 

SanK Shichiro
© Copyright 2010 | Design By Sagitarius Boy |